MOTOR BAKAR DAN TRAKTOR PERTANIAN

updated 23 Oktober 2008

Naskah Ajar untuk Mata Kuliah Motor Bakar dan Traktor
Semester 1 Th 2001/2002

Oleh:
Ir. Tasliman, MEng.

Jurusan Teknik Pertanian
Fakultas Teknologi Pertanian
Universitas Jember
2001

DAFTAR ISI

BAB I. MOTOR BAKAR DALAM

BAB 2. DASAR KERJA MOTOR BAKAR DALAM 6

III. MOTOR BENSIN DAN MOTOR DIESEL 24

BAB IV. SISTEM BAHAN BAKAR 26

BAB V. SISTEM PENDINGINAN DAN PELUMASAN 28

BAB VI. TRAKTOR PERTANIAN 30

BAB VII. SISTEM TRAKSI 31

BAB VIII. SISTEM TRANSMISI DAYA 32

BAB IX. SISTEM PELISTRIKAN 34

BAB X. SISTEM HIDROLIKA DAN KENDALI ALAT 35

BAB XI. ERGONOMIKA TRAKTOR 42

BAB XII. PENGUJIAN TRAKTOR 43

DAFTAR PUSTAKA 44

MOTOR BAKAR DAN TRAKTOR PERTANIAN

Oleh: Ir. Tasliman, M.Eng.

Pengantar

Mata kuliah motor bakar dan traktor terdiri dari dua bagian, ialah pengajaran tentang motor bakar dan pengajaran tentang traktor. Perlunya pengetahuan mengenai kedua subyek tersebut karena motor bakar dan traktor merupakan fasilitas yang penting pada kebanyakan usaha tani. Motor bakar adalah penggerak mula yang luas sekali penggunaannya, baik di bidang pertanian maupun non pertanian. Seorang sarjana Teknik Pertanian mempunyai spesialisasi ilmu pada pengelolaan penerapan / pemanfaatan ilmu teknik (engineering) pada bidang pertanian, sehingga sarjana teknik pertanian tersebutlah yang harus bertanggung jawab terhadap pengelolaan berbagai fasilitas keteknikan yang digunakan pada usaha tani.

Motor bakar adalah salah satu fasilitas keteknikan yang banyak dipakai di suatu usaha tani sebagai penggerak untuk berbagai keperluan. Dengan demikian, pengelolaannya termasuk dalam tanggung jawab seorang sarjana teknik pertanian. Sedangkan traktor adalah mesin pertanian yang paling banyak penerapannya untuk berbagai keperluan di suatu usaha tani yang pengelolaannya juga termasuk dalam lingkup tanggung jawab sarjana teknik pertanian. Dengan demikian pengetahuan dasar mengenai traktor tentu perlu dibekalkan kepada seorang calon sarjana teknik pertanian.

Ruang lingkup pengajaran mengenai motor bakar ialah mengenai cara/prinsip kerja motor bakar, kontruksi, karakteristik, penggunaan dan perawatan, dan sebagainya. Penekanan lebih kepada pemakaian yang tepat. Mahasiswa teknik pertanian tidak diajar untuk merancang motor bakar, melainkan dengan mengetahui karakteristik masing-masing sumber tenaga, diharapkan sarjana teknik pertanian akan mampu memilih dengan tepat penggerak yang akan digunakan pada suatu pekerjaan pertanian tertentu. Dengan pengetahuan yang memadai, diharapkan ia juga mampu mengatasi jika timbul permasalahan pada penggunaan motor bakar tersebut.

Ruang lingkup pengajaran mengenai traktor terutama mengenai macam-macam traktor, kontruksi, perwatakan masing-masing, serta berbagai hal yang berkaitan dengan rancangan traktor, penggunaan, perawatan serta pengujian. Dimaksudkan agar sarjana teknik pertanian mampu menilai rancangan traktor, memilih traktor yang sesuai untuk pekerjaan serta kondisi usaha tani tertentu, menjalankan dan merawat traktor serta melakukan pengujian. Jika diperlukan diharapkan sarjana teknik pertanian mampu melakukan modifikasi pada rancangan traktor serta mengembangkan rancangan yang lebih baik..

BAB I. MOTOR BAKAR DALAM

1. Motor Bakar Dan Sumber Tenaga Di Bidang Pertanian

Motor adalah istilah keteknikan untuk mesin pengubah tenaga yang menghasilkan keluaran berupa putaran poros. Motor merupakan sumber penggerak yang keluaran tenaga putarnya digunakan untuk menggerakkan berbagai mesin atau peralatan lain. Motor bakar ialah sumber tenaga penggerak yang menghasilkan keluaran berbentuk putaran sedang sumber energinya berasal dari pembakaran. Contoh motor bakar antara lain:

  • Motor bensin untuk berbagai penerapan misal pada pompa air, sepeda motor, mobil, kompresor udara, mesin semprot, mesin pemotong rumput, dan sebagainya. Sumber energi untuk menggerakkan motor bensin adalah pembakaran bensin.
  • Motor diesel yang digunakan pada mobil, traktor, pembangkit listrik, pompa air, gilingan padi, dan sebagainya. Sumber energi untuk menggerakkan motor diesel adalah pembakaran minyak diesel atau solar.
  • Mesin uap, baik yang berupa torak maupun turbin (turbin uap). Sumber energi untuk menggerakkan mesin uap adalah pembakaran berbagai macam bahan bakar misalnya batubara, kayu bakar, minyak bakar, ampas tebu, dan sebagainya.
  • Turbin gas, berupa turbin yang digerakkan oleh tenaga hembusan gas hasil pembakaran bahan bakar. Prinsip kerjanya sama dengan turbin uap, pembedanya ialah jika turbin uap digerakkan oleh tekanan uap, turbin gas digerakkan oleh tekanan gas hasil pembakaran.

Sedang contoh sumber penggerak yang bukan motor bakar ialah turbin air, kincir air, kincir angin, motor listrik, dan sebagainya.

Motor bakar merupakan salah satu sumber tenaga penggerak yang banyak dipakai di bidang pertanian. Motor bakar mempunyai peran penting di bidang pertanian. Motor bakar banyak dipakai pada berbagai pemanfaatan, antara lain: traktor, pompa air, bengkel pertanian, gilingan padi / gabah / beras, penggerak pada mesin-mesin pengolah hasil pertanian, sarana angkut di perkebunan untuk pengangkutan alat, bahan, dan hasil pertanian.

Selain motor bakar, sumber tenaga penggerak lain yang bisa atau biasa digunakan di bidang pertanian ialah: tenaga surya, air, angin dan hewan ternak.

2. Sumber Tenaga Di Bidang Pertanian

Yang dimaksud dengan istilah sumber tenaga di sini ialah asal dari tenaga yang digunakan pada pekerjaan pertanian. Contohnya jika suatu peralatan digerakkan menggunakan motor listrik, sedangkan listrik tersebut berasal dari generator yang digerakkan dengan kincir angin, maka dikatakan bahwa sumber tenaga untuk peralatan atau pekerjaan tersebut ialah tenaga angin. Secara umum, tenaga yang digunakan pada pekerjaan-pekerjaan pertanian dapat dibagi menurut sumbernya ialah

  1. Tenaga manusia
  2. Tenaga hewan
  3. Tenaga mesin
  4. Tenaga alam
Tenaga manusia

Tenaga manusia (otot) digunakan secara luas pada berbagai macam pekerjaan. Khusus untuk bidang pertanian, tenaga manusia digunakan pada pekerjan seperti mencangkul, memotong padi dengan sabit, menyiangi kebun, menyiangi sawah, membersihkan saluran, dan sebagainya. Alasan digunakannya tenaga otot untuk suatu pekerjan antara lain:

  1. Pekerjaan tersevbut sulit dikerjakan menggunakan mesin
  2. Belum tersedianya mesin atau alat di tempat tersebut yang memakai sumber tenaga non- manusia.
Tenaga hewan

Tenaga hewan juga banyak digunakan untuk berbagai pekerjaan pertanian meskipun saat ini jumlahnya menyusut seiring semakin meluasnya penggunaan traktor tangan. Tenaga hewan teutama digunaan sebagai penghela alat-alat pengolah tanah dan untuk transportasi. Hewan yang biasa digunakan ialah kerbau, sapi, dan kuda. Alat yang biasa dihela hewan ialah bajak dan garu. Sedangkan untuk transportasi, selain menarik pedati (kendaraan pengangkut pedesaan), hewan juga biasa digunakan mengangkut barang dengan meletakkannya dipunggung hewan tersebut secara langsung.

Tenaga mesin (motor bakar)

Perlu sebelumnya diberi batasan pengertian, bahwa yang dimaksud dengan mesin di sini ialah suatu kontruksi yang menggunakan bahan bakar (biasanya solar atau bensin, atau bahan bakar lain seperti biomas) untuk menghasilkan tenaga gerak, untuk selanjutnya akan disebut dengan istilah  motor bakar. Dengan demikian, tercakup dalam, pengertian ini ialah mesin yang digunakan pada traktor tangan atau traktor besar, mesin disel penggerak rice milling unit, mesin pompa air, serta mesin yang digunakan pada pekerjaan-pekerjaan pertanian yang lain.

Tenaga alam

Termasuk tenaga alam ialah tenaga yang berasal dari angin, air, dan sinar matahari. Tenaga angin bisa digunakan untuk antara lain menggerakkan kincir angin yang kemudian digunakan untuk memutar pompa. Secara langsung, tenaga angin juga biasa dimanfaatkan petani untuk pembersihan bahan hasil panen. Misalnya pembersihan gabah dengan menuangkannya di tengah tiupan angin cepat di tengah sawah sehingga kotorannya tertiup angin tersebut. Pemanfaatan tenaga angin untuk kincir potensial bisa dikembangkan untuk daerah dekat panati yang biasanya kecepatan anginnya cukup tinggi.

Tenaga air yang dimaksud di sini ialah tenaga yang dihasilkan oleh aliran air. Tenaga air tersebut dapat digunakan untuk menggerakkan kincir air atau turbin air, selanjutnya putaran tersebut digunakan untuk seperti memutar dinamo (generator) untuk sumber listrik, atau untuk penggilingan gabah, dan sebagainya. Penggunaan tenaga air yang terutama banyak digunakan petani ialah untuk menaikkan air dari tempat rendah ke tempat yang lebih tinggi. Contoh penggunaan tenaga air untuk menaikkan air ialah pompa hidram, kincir/pompa spiral, dan turbin bergayung.

Dari tenaga matahari, yang paling banyak dimanfaatkan petani terutama ialah panasnya. Panas tersebut digunakan untuk pengeringan berbagai macam hasil pertanian. Bahkan sebagian besar pengeringan di pedesaan menggantungkan diri pada panas matahari tersebut. Selain untuk pengeringan, sebenarnya tenaga matahari measih bisa dimanfaatkan dengan cara lain, misalnya dengan menggunakan solar collector (kolektor surya) yang bisa menghasilkan aliran listrik.

Contoh penggunaan masing-masing sumber tenaga tersebut ialah:

  • Tenaga surya; panel surya menghasilkan tenaga listrik yang digunakan untuk memutar motor listrik. Selanjutnya tenaga tersebut digunakan untuk menggerakkan alat pertanian.
  • Tenaga air; turbin atau kincir air bisa digunakan untuk membangkit listrik atau langsung untuk memutar gilingan.
  • Tenaga angin; kincir angin bisa digunakan untuk memutar pompa air atau membangkit listrik.
  • Hewan tarik; digunakan untuk menarik alat pengolah tanah serta untuk pengangkutan.

3. Motor Bakar Luar Dan Motor Bakar Dalam

Motor bakar termasuk keluarga mesin kalor. Mesin kalor ialah mesin atau piranti yang menggunakan tenaga panas / termal untuk melakukan kerja mekanika (gerakan). Atau dengan kata lain, mesin kalor ialah mesin yang mengubah energi panas menjadi energi gerak. Sumber tenaga mesin kalor bisa berasal dari berbagai jenis antara lain: pembakaran, reaksi nuklir, panas bumi, panas matahari, dan sel hidrogen (disebut juga sebagai sel bahan bakar atau fuel cell). Mesin kalor yang sumber tenaganya berasal dari pembakaran disebut motor bakar. Di antara mesin kalor, motor bakar adalah yang paling banyak digunakan.
Ditinjau dari cara memperoleh panas dari pembakaran, motor bakar dibagi menjadi 2 golongan, yaitu motor pembakaran luar (motor bakar luar) dan motor pembakaran dalam (motor bakar dalam). Pada motor bakar luar proses pemerolehan panas berasal dari luar mesin (proses pembakaran terjadi di luar mesin). Fluida kerja, yaitu fluida yang menghasilkan kerja mekanika, terpisah dari gas hasil pembakaran. Sedang pada motor bakar dalam, proses pemerolehan panas berasal dari dalam mesin itu sendiri (proses pembakaran terjadi di dalam mesin). Fluida kerja pada motor bakar dalam adalah gas hasil pembakaran itu sendiri.

Yang termasuk dalam jenis motor bakar luar ialah mesin uap. Pada mesin uap pembakaran terjadi pada tungku, sedang air dan uap air sebagai fluida kerja terletak di dalam ketel dan saluran uap. Panas pembakaran disalurkan melalui dinding ketel ke fluida kerja, sedang gas hasil pembakaran dibuang keluar. Mesin uap meliputi jenis mesin uap torak dan turbin uap. Mesin uap torak dahulu banyak dipakai pada lokomotip uap, namun sekarang sudah hampir tak dipakai lagi. Kebanyakan mesin uap yang ada sekarang adalah dari jenis turbin uap. Turbin uap banyak dipakai di pembangkit listrik serta di pabrik gula.

Motor bakar dalam mencakup jenis motor bakar torak, turbin gas dan mesin pancar gas (mesin jet). Pada motor bakar torak, bagian utama berupa silinder dan torak yang dapat bergeser sepanjang silinder. Dalam ruang silinder (disebut juga ruang bakar) yang dibatasi kepala silinder, dinding silinder dan torak, dilangsungkan reaksi pembakaran bahan bakar dengan oksigen dari udara. Gas hasil pembakaran yang memuai tersebut digunakan untuk mendesak torak bergeser sepanjang silinder sehingga diperoleh kerja translasi. Selanjutnya gerakan translasi torak tersebut diubah melalui mekanisme poros engkol menjadi gerakan rotasi.

Pada turbin gas, bagian utama ialah ruang bakar yang mempunyai satu lubang keluaran yang langsung berhadapan dengan sudu turbin. Jika gas dalam ruang bakar dinyalakan maka gas hasil pembakaran yang memuai akan mendesak keluar melalui lubang keluaran sehingga mampu memutar turbin.

Prinsip kerja mesin jet adalah turbin gas yang dibuang turbinnya. Pembakaran yang terjadi dalam ruang bakar menghasilkan gas panas yang memuai dan mendesak keluar melalui lubang keluaran menghasilkan semprotan (pancaran) gas yang mempunyai tenaga dorong.

BAB 2. DASAR KERJA MOTOR BAKAR DALAM

1. Prinsip Kerja Motor Bakar Torak

Prinsip dasar kerja motor bakar adalah adanya pemanasan pada ruang tertutup yang menyebabkan pemuaian gas yang pada gilirannya menaikkan tekanan gas. Agar tekanan gas tersebut dapat diubah menjadi daya mekanika, dibuatlah rancangan berupa silinder yang ditutup mati pada ujung yang satu sedang ujung lain ditutup dengan torak yang dapat bergeser sepanjang silinder (lihat Gambar. 1). Mula-mula posisi piston adalah di a. Piston tersebut akan bergeser jika terjadi perbedaan tekanan antara kedua sisinya. Pada saat terjadi pemanasan di dalam ruang silinder, terjadilah tekanan yang lebih besar dari tekanan atmosfir. Tekanan tersebut mampu menggeser piston sepanjang silinder ke arah kanan (ke titik b) pada Gambar 1 berikut ini sehingga ruang dalam silinder akan bertambah besar. Jika tekanan yang dihasilkan oleh pemanas pada ruang dalam silinder cukup besar maka gaya yang diterima piston akan besar pula sehingga mampu mendorong beban di sebelah kanan piston.

Silinder dengan piston yang dapat bergerak bebas.

Gambar 1: Silinder dengan piston yang dapat bergerak bebas.

Gambar 1: Silinder dengan piston yang dapat bergerak bebas.

Pada kontruksi pada gambar 1 di atas, setelah piston bergeser ke kanan dan tekanan di kiri dan kanan piston berimbang, gerakan piston akan berhenti. Kontruksi semacam ini kurang bisa dimanfaatkan untuk keperluan praktis. Agar kerja dorongan piston dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan praktis, pada sisi luar piston tersebut disambungkan tuas yang dihubungkan ke sebuah poros engkol. Poros engkol tersebut berfungsi mengubah gerak translasi piston menjadi gerak rotasi. Daya berbentuk putaran poros engkol ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan.

2. Dasar Termodinamika : Kesetaraan Panas Dan Gerak

Kerja motor bakar didasarkan pada hukum kesetaraan panas dan gerak atau hukum termodinamika. Hukum I termodinamika berbunyi: Energi dapat diubah dari bentuk satu ke bentuk lainnya secara timbal balik. Energi yang dimiliki suatu sistem tertutup serta tersungkup besarnya tetap. Salah satu bentuk perubahan energi yang teramati ialah dari panas ke gerak. Dalil ini berasal dari pengamatan empirik yang memperlihatkan bahwa panas bisa berubah menjadi tenaga gerak. Contoh nyata yang mudah ditemui sehari-hari sejak dulu ialah air di ceret yang dipanaskan bisa menggerakkan tutupnya ketika mendidih, atau gas hasil pembakaran yang mampu menggerakkan dedaunan yang berada di atas unggun. Adanya pengetahuan inilah yang mendorong orang berpikir tentang mesin yang secara sengaja mencoba mengubah energi panas menjadi gerakan yang dapat dimanfaatkan. Gagasan tersebut kemudian akhirnya berhasil diwujudkan orang, salah satunya dalam bentuk motor bakar.

Hukum kedua termodinamika juga berasal dari wilayah empirik yaitu bahwa panas tidak bisa seluruhnya diubah menjadi gerak, selalu ada panas yang pergi ke lain jurusan. Dengan kata lain, tidak ada mesin yang mampu mengubah seluruh tenaga panas dari sumbernya menjadi tenaga gerak.

3. Dasar Teori: Hukum Gas Ideal Tentang Tekanan, Volume Dan Suhu.

Pada mesin kalor, kerja berasal dari perubahan volume gas. Hukum yang dipakai sebagai dasarnya ialah hukum gas ideal dari Boyle dan Charles. Hukum Boyle menyatakan bahwa pada sejumlah tertentu massa gas, pada suhu tetap, hasil kali tekanan dan volumenya akan selalu tetap. Jika volume massa gas tersebut diperbesar atau diperkecil, maka tekanannya akan berubah berbanding terbalik dengan perubahan volumenya.

P1 . V 1 = P2 . V2 = Pn . V n = konstan ……………(1)

Sedang hukum Charles menyebutkan bahwa :

a. Pada tekanan tetap, volume gas berbanding lurus dengan suhu mutlaknya

b. Pada volume tetap, tekanan mutlak gas berbanding lurus dengan suhu mutlaknya

Jika persamaan 1, 2, dan 3 digabung, dihasilkan persamaan berikut:

Dengan R ialah sebuah tetapan.

Persamaan 4 dapat dinyatakan sebagai:

PV = R T ……………… (5)

Persamaan 5 tersebut berlaku untuk sejumlah tertentu massa gas, sehingga satuan volumenya adalah volume per satuan massa (biasa disebut volume spesifik, satuannya m3/kg). Jika yang ditinjau ialah volume keseluruhan gas maka volume spesifik tersebut dikalikan dengan jumlah massa gasnya, sehingga persamaan yang diperoleh ialah:

P V = M R T ………………….. (6)

Dengan

M = massa gas (kg)

P = tekanan mutlak (Pa)

V = volume gas dengan massa M (m3)

T = suhu mutlak (K)

Besarnya R bisa dicari dari hukum Avogadro, yang menyatakan bahwa gas apa saja dengan volume yang sama, pada suhu yang sama akan memiliki jumlah molekul yang sama. Dengan demikian kerapatan (rapat massa gas) pada tekanan dan suhu yang sama akan berbanding lurus dengan berat molekulnya. Untuk memudahkan, digunakan istilah mol, yaitu massa sejumlah molekul gas yang sama dengan berat molekul gas tersebut. Contohnya,

  • berat molekul oksigen ialah 32 sehingga 1 mol oksigen = 32 kg.
  • berat molekul udara ialah 29 sehingga 1 mol udara = 29 kg.

Dari istilah mol tersebut diturunkan istilah volume mol (volume molar) dan rapat mol. Volume mol ialah volume 1 mol bahan, sedang rapat mol ialah seper volume mol.

Dari hukum Avogadro tersebut, didapatkan bahwa volume setiap gas pada suhu 0 oC pada tekanan 1 atm akan sama dengan 22,414 L/gram mol.

Pada persamaan 5 di atas, yaitu PV = RT, jika volume spesifik dinyatakan sebagai volume per satuan massa, harga R akan berbeda untuk setiap jenis gas. Namun jika volume V adalah volume per mol gas, harga tetapan gasnya akan sama untuk setiap gas ideal. Tetapan gas ini dikenal sebagai tetapan gas universal dan sama dengan harga R untuk masing-masing gas dikalikan dengan massa mol gas tersebut. Besarnya tetapan tersebut ialah:

R = 8,314 (Joule / gram mol K) ……………(7)

Atau

R = 1,986 (cal/gram mol K) ………………..(8)

4. Siklus Kerja Dan Perkembangan Motor Bakar Torak

Pada motor pembakaran dalam, panas untuk menaikkan suhu fluida dalam ruang silinder diperoleh dari pembakaran campuran bahan bakar dan udara yang sebelumnya telah dimasukkan ke dalam ruang dalam silinder tersebut Setelah satu kali proses pembakaran gas di dalam ruang silinder perlu diganti. Gas sisa pembakaran perlu dibuang dari dalam ruang silinder dan kemudian dimasukkan campuran bahan bakar dan udara yang baru ke dalam ruang silinder tersebut agar dapat digunakan untuk pembakaran selanjutnya.

Untuk memasukkan campuran baru bahan bakar dan udara, serta untuk mengganti gas dalam ruang silinder setelah satu pembakaran, pada ujung mati silinder dibuat dua lubang yang selanjutnya dinamakan lubang isap dan lubang buang. Pada masing-masing lubang tersebut dipasang katup. Katup isap terbuka saat memasukkan bahan bakar, sedang katup buang terbuka saat pembuangan gas hasil pembakaran.

Setelah piston bergeser ke kanan (gambar 1), posisi piston perlu dikembalikan ke titik semula (titik a pada Gambar 1) lagi agar pada pemanasan berikutnya dapat terdorong sampai titik b. Untuk diperlukan mekanisme yang mampu menggerakkan piston dengan arah bolak-balik sepanjang silinder dari titik a ke b kemudian ke a lagi. Gerakan bolak-balik tersebut dimungkinakan dengan adanya perubahan gerak translasi ke rotasi di poros engkol. Jika poros engkol berputar satu putaran maka posisi piston akan bergerak bolak-balik dari a ke b lalu ke a lagi. Gerak bolak-balik piston yang terhubung ke poros engkol yang berputar tersebut disebut siklus. Satu siklus dimulai ketika piston berada pada posisi awalnya dan berakhir ketika piston tersebut kembali ke posisi semula serta akan memulai proses (siklus) berikutnya dari awal lagi.

Gambar 2. Silinder dilengkapi dengan katup isap dan katup buang

Gambar 2. Silinder dilengkapi dengan katup isap dan katup buang

Gambar 2. Silinder dilengkapi dengan katup isap dan katup buang

Pada awal perkembangan motor bakar, campuran bahan bakar dan udara dinyalakan pada tekanan atmosfir. Siklus kerjanya adalah (lihat Gambar 2): mula-mula piston berada pada posisi TMA; katup isap terbuka. Kemudian torak ditarik sampai titik a sehingga campuran terisap. Pada titik a katup isap ditutup dan campuran dinyalakan sehingga mendorong torak ke titik b atau TMB. Selanjutnya katup buang dibuka dan torak bergerak ke TMA, mendorong gas sisa pembakaran keluar.

Pada perkembangan selanjutnya (sekitar tahun 1838, oleh Burnett) diketahui bahwa pemampatan terlebih dahulu terhadap campuran gas bakar akan memperbagus kinerja motor. Kemudian tahun 1862, Beau de Rochas merumuskan beberapa syarat agar motor bisa menghasilkan kinerja yang lebih bagus ialah:

  1. Perbandingan luas permukaan dan volume silinder harus dibuat sekecil mungkin, yaitu untuk meminimalkan kehilangan panas melalui permukaan silinder.
  2. Proses ekspansi secepat mungkin, inipun untuk memperkecil kehilangan panas selama ekspansi.
  3. Langkah ekspansi sejauh mungkin, agar lebih banyak keluaran kerja yang dihasilkan.
  4. Tekanan setinggi mungkin pada awal langkah kerja, yaitu untuk memperoleh tekanan yang tinggi sepanjang langkah kerja, sehingga diperoleh gaya dorong yang lebih besar.

Pada tahun 1878, Nikolaus Otto membuat motor bakar yang mengikuti rumusan Beau de Rochas. Rancangan motor tersebut secara mendasar sama dengan rancangan motor bakar 4 langkah (4 tak) yang ada sekarang ini. Siklus kerjanya adalah sebagai berikut (Gambar 3):

  1. Mula-mula piston pada posisi TMA; katup buang tertutup; katup isap dibuka. Posisi engkol pada 0o.
  2. Piston digerakkan ke TMB, mengisap campuran bahan bakar dan udara, langkah ini disebut langkah isap. Engkol berputar dari 0o ke 180o.
  3. Piston sampai di posisi TMB; katup isap ditutup. Engkol pada 180o.
  4. Piston digerakkan ke TMA, memampatkan campuran bahan-bakar dan udara. Langkah ini disebut langkah kompresi. Engkol berputar dari 180o ke 360o.
  5. Piston sampai di posisi TMA; campuran dinyalakan. Engkol pada 360o (=0o).
  6. Piston bergerak ke TMB, gerakan ini terjadi karena dorongan dari gas hasil pembakaran yang mempunyai tekanan tinggi. Langkah ini disebut langkah kerja atau langkah ekspansi. Engkol berputar dari 360o ke 540o (dari 0o ke 180o).
  7. Piston sampai di posisi TMB; katup buang dibuka. Engkol pada posisi 540o (=180o).
  8. Piston bergerak ke posisi TMA, mendorong keluar gas sisa pembakaran. Penyebabnya ialah, karena kelembamannya, engkol akan berputar terus ke 720o sehingga mendorong piston ke TMA.
  9. Piston sampai kembali di posisi TMA, kembali ke langkah 1 untuk memulai siklus berikutnya.
Gambar 3. Skema silinder pada motor Otto

Gambar 3. Skema silinder pada motor Otto

Gambar 3. Skema silinder pada motor Otto

Pada awal siklus (pada putaran pertama kali), proses pengisapan dan pemampatan campuran bahan bakar dan udara berlangsung karena adanya pemasukan tenaga mekanika dari luar. Tenaga gerak tersebut berasal dari motor starter atau dengan pemutaran secara manual. Sedangkan mulai siklus yang kedua dan seterusnya, tenaga gerak untuk mengisap dan memampatkan bahan bakar berasal dari tenaga gerak yang tersimpan pada roda gila.

Roda gila adalah berupa roda yang terbuat dari bahan bermassa besar (biasanya terbuat dari besi tebal berbentuk lingkaran) yang dipasang pada ujung poros engkol. Roda gila adalah suatu bentuk mekanisme penyimpan tenaga gerak yang memanfaatkan sifat kelembaman putaran dari benda bermassa besar. Ketika roda tersebut berputar karena dorongan yang berasal dari langkah ekspansi, tenaga kinetik yang tersimpan pada putaran tersebut cukup besar sehingga mampu digunakan untuk menggerakkan piston untuk langkah buang pada siklus yang sama serta langkah isap dan langkah kompresi pada siklus berikutnya.

Pada prinsipnya semua motor bakar dalam mempunyai 4 tahapan, yaitu: isap – kompresi – kerja – buang. Hal tersebut berlaku baik untuk motor 4 tak maupun motor 2 tak. Mengenai pengertian 4 tak dan 2 tak akan dipelajari lebih lanjut di bagian belakang.

5. Siklus Ideal Mesin Kalor: Siklus Otto Dan Siklus Diesel

Proses termodinamika dan kimia yang terjadi pada kerja motor bakar terlalu rumit untuk dirumuskan secara teori. Agar masalahnya jadi sederhana, dibayangkanlah sebuah keadaan ideal, yang mudah digambarkan teorinya, meskipun tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya. Untuk menganalisa kerja motor bakar, digunakan siklus ideal yang menganggap bahwa udaralah satu-satunya fluida yang berada di ruang dalam silinder selama berlangsungnya siklus. Pada siklus ideal, proses pembakaran yang menghasilkan gas bertekanan dan bersuhu tinggi itu dianggap seolah pemasukan atau pengisian panas ke dalam fluida kerja (yaitu udara) yang berada di dalam silinder.

Ada 3 pendekatan siklus ideal untuk menggambarkan proses kerja pada suatu motor bakar, ialah:

  1. siklus udara volume tetap (siklus Otto)
  2. siklus udara tekanan tetap (siklus Diesel)
  3. siklus udara tekanan terbatas (siklus gabungan)
Siklus Otto

Perhitungan secara teori pada siklus ideal akan mencakup 4 proses ialah kompresi, ekspansi, pemanasan, dan pendinginan. Gambar berikut adalah diagram tekanan-volume (P-V) siklus ideal motor 4 langkah volume tetap (siklus Otto).

Gambar 4. Diagram P-V pada siklus Otto

Gambar 4. Diagram P-V pada siklus Otto

Gambar 4. Diagram P-V pada siklus Otto

Langkah 0-1 adalah langkah isap, langkah 1-2 adalah langkah pemampatan, garis 2-3 adalah pembakaran secara cepat yang menghasilkan pemanasan gas pada volume konstan, langkah 3-4 adalah langkah ekspansi gas panas, sedang segmen 4-1 turunnya tekanan secara tiba-tiba karena dibukanya katup buang. Setelah itu gas dibuang pada langkah 1-0.

Asumsi yang digunakan pada siklus seperti pada gambar di atas beserta penjelasannya adalah sebagai berikut:

  1. Langkah isap (0-1) dan langkah buang (1-0) dianggap sebagai proses tekanan tetap.
  2. Langkah pemampatan (1-2) dianggap berlangsung secara adiabatik, karena proses tersebut berlangsung sangat cepat sehingga dianggap tidak ada panas yang sempat keluar sistem.
  3. Proses pembakaran (garis 2-3) dianggap sebagai pemasukan (pengisian) kalor pada volume konstan.
  4. Langkah kerja (3-4) dianggap juga berlangsung adiabatik. Penjelasan sama dengan nomor 2.
  5. Proses penurunan tekanan karena pembukaan katup buang (garis 4-1) dianggap sebagai pengeluaran (pembuangan) kalor pada volume tetap.
  6. Fluida kerja dianggap gas ideal sehingga memenuhi hukum-hukum gas ideal.

Sesuai hukum 1 termodinamika, kesetaraan panas dan gerak dapat dituliskan sebagai persamaan energi sebagai berikut:

Q = U + W …………………..(9)

Dengan

Q = panas yang keluar atau masuk sistem (joule)

 U = perubahan energi dalam (joule)

W = kerja yang diberikan sistem (joule).

Rancangan motor bakar diinginkan agar mampu mengubah sebanyak-banyaknya energi panas menjadi gerak. Untuk itu diperlukan pengetahuan teori mengenai efisiensi sistem tersebut. Dalam hal ini, efisiensi dari siklus Otto ialah:

e = W / Qin………………….(10)

dengan Qin ialah panas yang dimasukkan ke dalam sistem.

Pada siklus di atas U = 0, karena pada akhir siklus posisi grafik kembali ke titik semula (atau keadaan fluida pada akhir siklus sama seperti pada awal siklus), sehingga

W = Qin – Qout ………………..(11)

dengan Qout ialah panas yang dikeluarkan dari sistem.

Dengan demikian, efisiensi siklus akan sebesar

Persamaan penambahan panas pada volume konstan pada siklus di atas ialah:

Qin = M cv (T3 – T2)

Sedang pengeluaran panas pada volume tetap ialah

Qout = M cv (T4 – T1)

Dengan cv ialah panas spesifik udara pada volume tetap. (Notasi 1, 2, 3, dan 4 pada persamaan di atas adalah sesuai dengan titik-titik pada grafik dalam gambar 4 di atas.)

Sehingga efisiensi siklus ialah

Proses 1-2 dan 3-4 adalah adiabatik, sehingga

dan

Sedangkan dari grafik terlihat bahwa V1 = V4 dan V3 =- V2, sehingga

Dengan demikian maka

Sehingga efisiensi siklus pada persamaan (a) akan menjadi

Dalam hal in r = V1/V2 adalah perbandingan kompresi motor.

Dari persamaan di atas terlihat bahwa efisiensi siklus ideal Otto akan sebanding dengan perbandingan kompresi dan tidak tergantung pada besarnya pemasukan dan pengeluaran panas.

Siklus Diesel

Gambar berikut adalah diagram tekanan-volume (P-V) siklus ideal motor 4 langkah tekanan tetap (siklus diesel). Langkah 0-1 adalah langkah isap, langkah 1-2 adalah langkah pemampatan, langkah 2-3 adalah pembakaran yang menghasilkan pemanasan gas pada tekanan konstan, langkah 3-4 adalah langkah ekspansi gas panas, sedang segmen 4-1 turunnya tekanan secara tiba-tiba karena dibukanya katup buang. Setelah itu gas dibuang pada langkah 1-0.

Asumsi yang digunakan pada siklus diesel ini sama dengan pada siklus Otto, kecuali langkah penambahan panas. Pada siklus diesel langkah 2-3 merupakan penambahan panas pada tekanan konstan.

Gambar 6. Diagram P-V pada siklus diesel

Gambar 6. Diagram P-V pada siklus diesel

Gambar 6. Diagram P-V pada siklus diesel

Sebagaimana pada siklus Otto, efisiensi siklus adalah (persamaan 12):

Persamaan penambahan panas pada tekanan konstan pada siklus di atas ialah:

Qin = M cp (T3 – T2)

Sedang pengeluaran panas pada volume tetap ialah

Qout = M cv (T4 – T1)

Sehingga efisiensi siklus ialah

Dalam hal ini cv/cp = k, sehingga

Proses penambahan panas pada 2-3 adalah pada tekanan tetap, sehingga

atau

Proses 3-4 adalah adiabatik, sehingga

atau

dengan mengganti T3 dengan ruas kanan pada persamaan (c), maka

Karena proses 1-2 adalah adiabatik, sedang V4=V1 (lihat grafik), maka

Dengan demikian persamaan (d) akan menjadi

Atau

Dengan demikian efisiensi siklus pada persamaan (b) akan menjadi

Karena

Maka

Dengan (V1/V2)k-1 = r adalah perbandingan kompresi motor, maka efisiensi bisa ditulis sebagai

Dari persamaan di atas terlihat bahwa efisiensi siklus diesel tergantung pada perbandingan kompresi dan perbandingan V3/V2.(untuk memudahkan, diberi notasi ). Efisiensi akan bertambah dengan memperbesar perbandingan kompresi, dan akan berkurang dengan bertambahnya . Pada persamaan di atas, jika harga mendekati 1 maka efisiensi siklus akan mendekati harga efisiensi siklus Otto. Dari persamaan tersebut terlihat juga bahwa pada perbandingan kompresi dan pemasukan panas yang sama, efisiensi siklus Otto lebih tinggi dibanding efisiensi siklus diesel.

Kerja yang dihasilkan per siklus

Baik pada siklus Otto maupun siklus Diesel, kerja yang dihasilkan pada langkah ekspansi merupakan sumber tenaga gerak serta memungkinkan motor menghasilkan daya. Pada siklus Otto maupun siklus Diesel, setiap siklusnya kerja yang dihasilkan adalah = kerja yang dihasilkan pada langkah ekspansi dikurangi kerja yang dibutuhkan pada langkah kompresi.

Siklus sebenarnya

Baik siklus Otto maupun siklus Diesel adalah siklus ideal. Ada beberapa hal yang tidak sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya. Pada keadaan yang sesungguhnya fluida yang berada di dalam ruang silinder bukanlah hanya udara semata melainkan berisi campuran udara dan bahan bakar. Selain itu langkah isap maupun langkah buang pada keadaan yang sebenarnya bukan terjadi pada tekanan konstan. Langkah isap terjadi pada tekanan sedikit di bawah tekanan atmosfir, sedang langkah buang terjadi pada tekanan di atas tekanan atmosfir.

Proses pemasukan panas pada siklus sebenarnya terjadi karena pembakaran campuran bahan bakar dan udara yang berada di dalam silinder. Dalam keadaan sebenarnya, pada motor bensin tidak mungkin terjadi penyalaan yang seketika (dengan waktu = 0), sehingga tidak ada pemasukan panas yang terjadi pada volume konstan seperti diidealkan oleh siklus Otto. Siklus kerja motor bensin bisa dianalisis menggunakan pendekatan siklus Otto, karena kurvanya memang mendekati kurva siklus Otto.

Pada motor diesel, juga tidak terjadi penyalaan pada tekanan konstan, karena penyalaan tentu tidak bisa diatur agar persis menghasilkan kenaikan tekanan yang tepat seimbang dengan penurunan tekanan karena pergeseran torak. Namun demikian siklus kerja motor diesel bisa dianalisis menggunakan pendekatan sklus ideal diesel karena kurva yang dihasilkan mendekati kurva siklus ideal diesel.

Untuk lebih mendekati keadaan sebenarnya, digunakan pendekatan siklus gabungan atau siklus tekanan terbatas, yaitu siklus motor bakar yang pemasukannya terjadi pertama pada volume konstan kemudian dilanjutkan pada tekanan konstan (Gambar 7 berikut). Meskipun demikian, dalam kenyataannya tetap tidak pernah terdapat siklus kerja motor bakar torak yang menghasilkan grafik sperti siklus tekanan terbatas.

Gambar 7. Diagram P-V pada siklus tekanan terbatas

Gambar 7. Diagram P-V pada siklus tekanan terbatas

Gambar 7. Diagram P-V pada siklus tekanan terbatas

Terdapat beberapa variabel yang menyebabkan siklus kerja motor bakar torak pada keadaan sebenarnya berbeda dengan siklus ideal, antara lain:

  1. Fluida kerja dalam silinder bukanlah udara, melainkan campuran udara dan bahan bakar, yang memiliki sifat sedikit berbeda dengan udara. Selain itu campuran tersebut bukan gas ideal, sehingga mekanisme yang terjadi sedikit berbeda dengan gas ideal.
  2. Terjadi kebocoran fluida, baik pada saat langkah kompresi, saat penyalaan maupun pada saat langkah ekspansi. Hal tersebut disebabkan karena penyekatan antara torak dengan dinding silinder tidak mungkin dilakukan secara sempurna.
  3. Katup isap dan katup buang tidak dibuka dan ditutup persis pada saat TMA atau TMB. Hal tersebut disebabkan proses pembukaan dan penutupan memerlukan waktu, sehingga permulaan pembukaan katup adalah sebelum TMA atau TMB, sedangkan saat katup telah tertutup rapat adalah sesat sesudah TMA atau TMB.
  4. Pada motor bakar torak yang sesungguhnya, pada saat torak berada di TMA, pemasukan kalor bukan berasal dari luar melainkan berasal dari proses pembakaran campuran bahan bakar dan udara di dalam silinder itu sendiri. Kenaikan tekanan dan suhu terjadi karena adanya pembakaran tersebut.
  5. Proses pembakaran memerlukan waktu, tidak berlangsung sekaligus pada satu saat. Akibatnya, selama proses pembakaran tersebut torak berubah-ubah posisinya. Supaya proses pembakaran bahan bakar terjadi tepat waktu, proses pembakaran dimulai sesaat (beberapa derajat putaran) sebelum torak mencapai TMA, serta berakhir beberapa derajat setelah TMA.
  6. Terdapat kehilangan kalor ke dinding yang kemudian diteruskan ke fluida pendingin. Hal tersebut tidak dapat dihindarkan karena jika tidak didinginkan maka mesin akan menjadi terlalu panas dan akan rusak secara cepat. Dengan adanya kehilangan kalor tersebut berarti langkah kompresi, proses pemasukan panas maupun langkah ekspansi tidak berlangsung secara adiabatik.

Adanya penyimpangan dari siklus ideal tersebut menyebabkan pada keadaan sebenarnya, grafik P-V yang terbentuk tidak sesuai dengan grafik P-V ideal. Meskipun demikian grafik siklus ideal tetap diperlukan untuk membantu memahami proses kerja motor bakar.

BAB III. MOTOR BENSIN DAN MOTOR DIESEL

Motor bakar torak terbagi menjadi 2 jenis utama ialah motor bensin dan motor diesel. Perbedaan yang utama dari kedua jenis motor bakar torak tersebut ialah pada sistem penyalaannya. Pada motor bensin, bahan bakar dinyalakan dengan loncatan bunga api listrik.. Pada motor diesel, penyalaan terjadi karena bahan bakar disemprotkan ke dalam ruang silinder yang bersuhu dan bertekanan tinggi.

Proses pembakaran yang terjadi pada motor bensin sedikit berbeda dengan pada motor diesel. Karena penyalaannya terjadi dengan cara diberikannya percik api kepada campuran bahan bakar dan udara yang bertekanan dan bersuhu tinggi, maka proses pembakarannya berlangsung secara sangat cepat. Dengan demikian siklus kerja motor bensin bisa dianggap mendekati model siklus Otto, yaitu pemasukan panas terjadi pada volume konstan, atau dianggap bahwa terjadinya pembakaran campuran bahan bakar dan udara terjadi secara seketika, tepat pada saat torak berada di posisi TMA.

Sedangkan pada motor diesel, proses penyalaan bahan bakar terjadi dengan cara disemprotkannya bahan bakar ke dalam ruang silinder berisi udara panas yang suhunya melebihi titik nyala bahan bakar tersebut. Dengan demikian ketika bahan bakar disemprotkan, bahan bakar tersebut akan bercampur dengan udara panas dan seketika terjadi penyalaan. Namun pembakaran seluruh bahan bakar tidak bisa berlangsung secara seketika karena proses penyemprotan bahan bakar memerlukan waktu yang relatif lama. Pada saat berlangsung penyemprotan bahan bakar tersebut, torak sudah bergerak menjauh dari TMA. Dengan demikian siklus kerja motor diesel lebih mendekati siklus diesel, yaitu penyalaan terjadi pada tekanan konstan, atau dianggap bahwa selama terjadi penyalaan kenaikan tekanan akibat pembakaran seimbang dengan turunnya tekanan akibat pergeseran torak menjauhi TMA.

2. Dasar Kerja Motor Bensin

Dasar kerja motor bensin

3. Bagian-Bagian Utama Motor Bensin

Bagian-bagian utama motor bensin dan fungsi masing-masing bagian

4. Karakteristik Motor Bensin

Karakteristik dan penggunaan motor bensin

5. Dasar Kerja Motor Diesel

Dasar kerja motor diesel

6. Bagian-Bagian Utama Motor Diesel

Bagian-bagian utama motor diesel dan fungsi masing-masing bagian

7. Karakteristik Motor Diesel

Karakteristik dan penggunaan motor diesel;

BAB IV. SISTEM BAHAN BAKAR

1. Bahan Bakar Dan Pembakaran

  • Susunan kimia bensin dan solar
  • Proses kimia pembakaran
  • Suhu penyalaan.

2. Penyalaan Percik Api Dan Penyalaan Kompresi.

  • Teori penyalaan
  • Sumber percik api
    • Baterai
      • Skema
      • Bagian-bagian
    • Magneto
      • Skema
      • Bagian-bagian

3. Sistem Bahan Bakar Pada Motor Bensin

  • Skema dan keterangannya
  • Penjelasan mengenai cara kerja penyaluran bahan bakar dan udara sampai ke silinder.
  • Fungsi bagian-bagian dari sistem bahan bakar dan udara motor bensin

4. Karburator Dan Kerjanya

  • Fungsi karburator
  • Teori terjadinya pengabutan
  • Bagian-bagian utama karburator
  • Cara kerja karburator
  • Beberapa variasi karburator
  • Pengaturan karburator

5. Sistem Bahan Bakar Pada Motor Diesel

  • Skema dan keterangannya
  • Penjelasan mengenai cara kerja penyaluran bahan bakar dan udara sampai ke silinder.
  • Fungsi bagian-bagian dari sistem bahan bakar motor diesel

6. Pompa Dan Injektor

  • Fungsi pompa bahan bakar
  • Bagian-bagian utama
  • Cara kerja dan penggerakannya
  • Macam-macam pompa bb
  • Pengaturan aliran.

7. Sistem Catu Untuk Silinder Banyak

BAB V. SISTEM PENDINGINAN DAN PELUMASAN

  1. Fungsi pendinginan
  2. Macam-macam Sistem Pendinginan
  3. Fungsi Pelumasan
  4. Macam-macam Sistem Pelumasan

Fungsi pendinginan; Cara kerja pendinginan mesin; Macam-macam sistem pendinginan; Dasar kerja pendinginan udara; Kelebihan dan kekurangan pendinginan udara; Penggunaan pendinginan udara; Dasar kerja pendinginan air; Macam-macam pendinginan air: sistem bak terbuka, aliran alami, aliran paksa; Bagian-bagian utama sistem pendinginan air; Kelebihan dan kekurangan pendinginan air; Penggunaan pendinginan air; Fungsi pelumasan; Macam-macam sistem pelumasan; Sistem percik; Sistem tekan sebagian; Sistem tekan penuh; Pompa pelumas; Sifat-sifat minyak pelumas yang perlu diketahui.

1. Fungsi Pendinginan

  • Perlunya pendinginan mesin
  • Cara kerja

2. Macam-Macam Sistem Pendinginan

  • Pendinginan udara
    • Teori kerjanya
    • Kelebihan dan kekurangannya
    • Bagian-bagian
    • Penerapan
  • Pendinginan air
    • Teori kerjanya
    • Kelebihan dan kekurangannya
    • Macam-macam sistem
      • Sistem bak terbuka
      • Arus alam
      • Arus paksa
    • Bagian-bagian
    • Penerapan

4. Sistem Pelumasan

  • Fungsi sistem pelumasan
  • Macam-macam sistem pelumasan
    • Sistem percik
      • Skema
      • Bagian utama
      • Cara kerja
    • Sistem tekan sebagian
      • Skema
      • Bagian utama
      • Cara kerja
    • Tekanan penuh
      • Skema
      • Bagian utama
      • Cara kerja
  • Pompa pelumas
  • Saringan
  • Sifat pelumas
  • Perhatian untuk operator

BAB VI. TRAKTOR PERTANIAN

1. Penggunaan Traktor pada Bidang Pertanian

Pengertian traktor; Penggunaan traktor pada bidang pertanian;

Traktor pertania saat ini menjadi komponen yang tak terpisahkan dari pembangunan pertanian dan pedesaan. Kita sakasikan perkembangan yang pesat penggunaan traktor tangan di pedesaan. Kita saksikan bahwa jarang penduduk yang telah merasakan manfaat penggunaan traktor untuk melakukan pekerjaan pengolahan tanah secara cepat kemudian beralih memilih menggunakan hewan atau tenaga otot untuk pekerjaan yang sama. Hal tersebut karena mereka dapat memperbandingkan bahwa ternyata melakukan pengolahan tanah dengan traktor lebih menguntungkan dibanding cara lain.

Dari asal katanya, traktor berarti alat peghela. Memang fungsi utama traktor ialah untuk menghela sesuatu. Itulah sebabnya semua traktor tentu pada bagian belakangnya dilengkapi dengan sambungan untuk tempat menggandeng alat yang akan dihela tersebut. Pengertian traktor ialah kendaraan bermesin yang khusus dirancang untuk menjadi penghela. Dari sejarahnya, traktor memang dirancang awalnya untuk mengganti hewan hela dengan mesin yang lebih kuat.

Pada saat ini traktor digunakan untuk berbagai keperluan. Penggunaan yang paling banyak ialah untuk pengolahan tanah, karena memang pekerjaan pengolahan tanah adalah pekerjaan pertanian yang relatif membutuhkan daya yang besar dibanding pekerjaan lainnya. Selain itu traktor juga digunakan untuk penanaman, untuk pemeliharan tanaman, untuk memutar pompa irigasi, untuk pemanen (dengan memasang pisau reaper), untuk memutar perontok padi, serta untuk pengangkutan, mulai dari bibit, pupuk, peralatan, sampai hasil pertanian.

2. Macam-macam Traktor

Macam-macam traktor; Contoh gambar berbagai jenis traktor; Traktor kendara dan traktor tangan

HTML clipboardTraktor dapat digolongkan menurut jumlah rodanya, bentuk rodanya, menurut ukurannya, atau menurut rancangan penggunaannya. Menurut jumlah rodanya, traktor dapat dibagi menjadi: traktor roda dua, traktor roda tiga dan traktor roda empat. Sedangkan menurut bentuk rodanya, dapat dibedakan antara traktor beroda berban karet, traktor dengan roda besi (roda sarang), serta traktor krepyak. Menurut cara penggunaanya, traktor dapat digolongkan menjadi traktor kendara dan traktor tangan.

3. Traktor Kendara

Klasifikasi traktor kendara; Fungsi traktor kendara; Ciri-ciri umum traktor kendara;

Traktor roda empat dan traktor krepyak disebut juga traktor kendara, karena pengemudi traktor ini naik di ruang kemudi dan mengemudikannya menggunakan roda kemudi seperti layaknya sopir mobil. Traktor roda empat terbagi lagi menjadi beberapa macam. Menurut rancangan penggunaan pada traktor kendara, dapat dibedakan adanya traktor standar, traktor kebun, traktor industri, dan traktor kolong tinggi. Menurut ukurannya, traktor kendara dapat digolongkan menjadi: traktor mini, traktor besar dan traktor raksasa.

Traktor standar

Traktor standar ialah traktor yang biasa digunakan di lahan pertanian. Ciri utama ialah ukuran jarak roda yang standar, ialah sekitar 110 cm dan kolong yang cukup tinggi ialah sekitar 60 cm. Roda tersebut dapat digeser sedikit pada porosnya sehingga jarak roda dapat diatur. Traktor ini biasa digunakan untuk pengolahan tanah, penenaman, serta pekerjaan pemeliharaan tanaman. Jarak roda yang standar tersebut dimaksudkan agar traktor dapat dijalankan di sela-sela larikan tanaman yang jaraknya memang telah disesuaikan dengan jarak roda traktor. Sedangkan kolong yang relatip tinggi dimaksudkan agar ketika traktor melintas di atas larikan tanaman tidak merusak tanaman tersebut. Pada penggolongan menurut ukurannya, traktor standar digolongkan sebagai traktor besar.

Traktor kebun

Traktor kebun berukuran lebih kecil dari traktor standar, serta berkolong rendah. Traktor tersebut dirancang untuk digunakan pada petak-petak yang kecil, serta tidak dirancang untuk dijalankan di atas larikan tanaman. Pekerjaan yang bisa dilakukan dengan traktor kebun ialah pengolahan tanah, pemotongan rumput, pengangkutan menggunakan trailer, dan sebagainya. Pada pembagian menurut ukuran, traktor kebun digolongkan sebagai traktor mini.

Traktor industri

Traktor industri ialah traktor yang dirancang untuk keperluan industri, sehingga rancangannya tidak perlu memperhatikan keperluan penggunaan di lahan pertanian. Rancangan ukurannya sangat tergantung keperluan pekerjaannya. Dengan demikian tidak diperlukan adanya kolong tinggi ataupun jarak roda yang standar. Meskipun demikian tidak tertutup kemungkinan penggunaan traktor industri untuk pekerjaan pertanian. Pekerjaan semisal pengangkutan dengan trailer tidak memerlukan standar jarak roda atau tinggi kolong sehingga dapat menggunakan traktor non standar (traktor industri atau traktor kebun).

Traktor kolong tinggi

Traktor kolong tinggi dirancang untuk pekerjaan pada tanaman-tanaman yang memerlukan kolong tinggi misalnya tebu. Traktor ini dapat dibuat berkolong dengan ketinggian lebih dari 1 meter.

4. Traktor Tangan

Macam-macam traktor tangan; Penyebaran penggunaan traktor tangan; Ciri-ciri traktor tangan

Traktor roda dua biasa dikenal dengan nama traktor tangan. Traktor ini tidak bisa dikendarai sehingga pengemudi harus berjalan di belakangnya. Alat kemudi berupa setang yang dipegang dengan tangan kanan dan kiri. Hal inilah barangkali yang menyebabkan traktor tersebut dinamakan traktor tangan.

Traktor tangan agaknya adalah mesin penghela yang paling sesuai untuk kebanyak pedesaan di Jawa. Hal tersebut bisa diperkirakan dengan melihat perkembangan penggunaannya yang pesat di berbagai pedesaan. Kelebihan traktor tangan dibanding traktor roda empat antara lain:

  1. Harganya lebih murah, dikarenakan komponen yang lebih sedikit.
  2. Kontruksinya lebih sederhana, sehingga perawatan lebih mudah, biaya pemeliharaan lebih murah dibanding traktor roda empat.
  3. Bisa dirakit sendiri di pedesaan, di bengkel yang tersedia di lokal setempat.
  4. Kemampuan untuk digunakan pada petak yang kecil serta petak yang berada di tengah sawah milik orang lain. Traktor roda empat tidak mungkin digunakan pada situasi tersebut, karena traktor roda empat membutuhkan adanya jalan ke tiap petak yang akan dikerjai. Sedangkan traktor roda dua dapat melintas melalui sawah tetangga, asal sawah tersebut belum ditanami.
  5. Penggunaannya lebih mudah, tidak memerlukan ketrampilan yang tinggi.

Traktor tangan biasa digunakan untuk pekerjaan pengolahan tanah, kebanyakan dengan dipasangi rotary tiller. Selain itu juga dipakai menggunakan bajak dan garu. Dengan sedikit modifikasi, traktor tangan dapat dibuat menjadi alat penanam atau pemanen. Traktor tangan dapat digunakan dengan roda berban karet ataupun roda besi.

5. Perkembangan traktor di berbagai negara;

Traktor di Amerika dan Eropa, Traktor di Jepang dan Asia Tenggara; Traktor perahu; Traktor kura-kura; Traktor rakitan lokal; Kisaran daya, jenis penggerak mula, pemakaian sistem hidrolika.

Di sini akan diberikan dua contoh rancangan traktor yang mungkin dapat digunakan di persawahan di Indonesia. Pertama ialah traktor perahu yang dikembangkan di Cina. Traktor tersebut merupakan rakitan setempat bentuk dasarnya mirip traktor tangan, namun bagian bawah diberi bentuk seperti perahu. Semua bagian traktor kecuali roda dan alat pengolah tanahnya berada di bagian dalam perahu. Sedang roda dan alat pengolah terletak di bawah lunas “perahu” tersebut. Pengemudi duduk di dalam perahu tersebut. Cara membelokkan adalah seperti pada traktor tangan, ialah dengan menghentikan salah satu roda. Traktor tersebut cocok untuk sawah yang lumpurnya terlalu dalam serta untuk tanah rawa (Jawa: “mbel”).

Contoh kedua ialah traktor kura-kura yang dikembangkan di Pilipina. Traktor tersebut, bentuk dasarnya ialah traktor tangan. Perubahannya ialah dengan menghilangkan roda dan menggantinya dengan bajak putar (rotari tiller). Dengan demikian bajak tersebut berfungsi mengolah tanah sekaligus menggerakkan traktor ke arah depan. Traktor ini cocok untuk tanah dengan lumpur lembut yang sulit menyebabkan untuk traktor beroda besi biasa bergerak di atasnya.

BAB VII. SISTEM TRAKSI

1. Pengantar

Traktor sebagai mesin penarik; Pengubahan gerak putaran menjadi tarikan; Teori traksi;

2. Teori Gerak Roda di Tanah

Teori gerak roda di tanah; Kinerja traksi dan faktor-faktor yang mempengaruhi; Traksi di tanah kering dan tanah sawah;

3. Rancangan roda traktor

Baik traktor roda empat maupun traktor roda dua dapat diberi roda berban karet atau roda sarang. Roda berban karet sesuai untuk transportasi di jalan raya serta untuk pekerjaan pada tanah yang kering atau tanah yang basah. Sedangkan roda dari besi sesuai untuk pekerjaan pada tanah yang berlumpur (tanah sawah). Untuk mengatasi kesulitan bongkar pasang pada traktor yang harus bekerja di sawah namun harus melintasi jalan raya dahulu, traktor dapat dipasangi dengan roda ganda yaitu roda berban ditambah roda besi yang dapat diatur posisinya. Ketika melintas jalan, posisi roda besi ditarik ke dalam, deangkan pada waktu melintas tanah sawah, roda besinya digeser keluar.

Untuk kebanyakan traktor tangan di pedesaaan, umunya hanya dipasangi roda besi. Karena traktor tangan relatif ringan maka pada waktu melintasi jalan raya, roda besi tersebut boleh dianggap tidak merusakkan jalan tersebut. Kerugianya ialah getaran pada waktu perjalanan besar serta suara sumbang yang ditimbulkan. Hal tersebut dipilih untuk menghindari keharusan bongkar pasang roda yang memerlukan waktu lama, serta untuk mengurangi harga beli roda berban yang cukup mahal.

4. Rancangan Ban

5. Peralatan Traksi untuk Tanah Sawah

6. Berat Dinamik

BAB VIII. SISTEM TRANSMISI DAYA

  1. Bagan Penerusan Daya pada Traktor
  2. Kopling
  3. Gigi
  4. Diferensial dan Pelambat
  5. Gardan Depan

Penerusan Daya pada Traktor

Tiga cara pemanfaatan daya traktor; Perlunya penerusan daya dari mesin ke bagian penyadap daya; Skema penerusan daya secara lengkap dan nama-nama bagiannya; Pengertian kopling; Fungsi kopling; Macam-macam kopling; Bagian-bagian utama sebuah kopling; Cara kerja kopling; Fungsi pemindah gigi; macam-macam pengaturan kecepatan; Cara kerja pemindahan gigi; Fungsi dan cara kerja sambungan universal; Fungsi diferensial; Skema dan cara kerja diferensial; Fungsi pelambat; Perlunya perlambatan pada traktor; Perbedaan fungsi mobil dan traktor; Macam-macam pelambat; Fungsi gardan depan; Skema dan cara kerja penggerakan roda depan.

  • Skema Penerusan Daya Secara Lengkap
  • Kopling
  • Gigi
  • Diferensial dan Pelambat
    • Diferensial:
      • Fungsi
      • Skema
      • Susunan
      • Cara kerja
    • Pelambat
      • Fungsi
      • Penjelasan tentang perlunya pelambat
      • Perbedaan mobil dan traktor
      • Macam-macam.
  • Gardan Depan
  • Fungsi, skema dan penjelasan.

BAB IX. SISTEM PELISTRIKAN

  1. Bagan Kerja Sistem Pelistrikan Traktor
  2. Batere
  3. Rangkaian Starter
  4. Dinamo dan Regulator

Fungsi sistem pelistrikan pada traktor; Bagan sistem pelistrikan; Baterai dan kerjanya; Proses kimia pengisian dan penggunaan baterai; Rangkaian pengisian; Rangkaian starter; Cara kerja motor starter; Dinamo dan alternator; Fungsi regulator; Cara kerja regulator.

BAB X. SISTEM HIDROLIKA DAN KENDALI ALAT

Penggunaan Sistem Hidrolika Pada Traktor

Pada traktor pertanian, sistem hidrolika terutama digunakan untuk mengangkat dan menurunkan peralatan. Hampir semua traktor kendara diperlengkapi dengan sistem hidrolika untuk keperluan tersebut. Selain untuk menaikturunkan alat pertanian, sebagian traktor besar diperlengkapi dengan sistem hidrolika dengan kapasitas besar yang dapat disalurkan melalui selang ke berbagai alat pertanian untuk menggerakkan komponen penggerak hidrolika yang terdapat pada peralatan tersebut. Dengan kata lain, traktor tersebut berfungsi sebagai penyedia daya hidrolika.

Dasar Kerja Sistem Hidrolika

Suatu sistem hidrolika hakekatnya adalah suatu sistem penerusan daya. Sebagai penerus daya, sistem hidrolika mempunyai fungsi yang sama dan dapat saling menggantikan dengan transmisi mekanika seperti sabuk, rantai atau rodagigi. Media yang digunakan untuk pemindahan daya dalam sistem hidrolika ialah cairan yang dialirkan pada saluran antara pompa dan aktuator. Prinsip hidrolika yang mendasari kerja sistem hidrolika adalah sifat tekanan yang mengenai cairan akan diteruskan dan secara merata dan sama besarnya ke seluruh bagian cairan.

Komponen Sistem Hidrolika

Dua komponen utama sistem hidrolika adalah pompa dan aktuator. Pompa mengubah daya mekanika menjadi daya hidrolika, sedang aktuator mengubah kembali tekanan dan aliran cairan menjadi kerja mekanika. Komponen sistem hidrolika yang lengkap mencakup: pompa, aktuator, tandon, saluran, sistem katup, penyambung, pengukur tekanan, saringan, pendingin, dan penyimpan tekanan.

Pompa Hidrolika

Pompa hidrolika merupakan sumber daya bagi sistem hidrolika. Pompa mengubah energi mekanika menjadi energi hidrolika. Komponen ini dimisalkan sebagai jantung sebuah sistem hidrolika yang menularkan tekanan dan aliran pada seluruh bagian sistem tersebut. Ada dua macam pompa, yaitu pompa tipe dorongan positif dan tipe dinamik. Sistem hidrolika pada traktor menggunakan pompa tipe dorongan positif. Sebuah traktor bisa diperlengkapi dengan hanya satu pompa untuk seluruh kebutuhan hidrolika, atau bisa juga diperlengkapi dengan beberapa pompa yang masing-masing menyediakan daya hidrolika untuk satu bagian tertentu.

Secara umum sebuah pompa dorongan positif terdiri dari tiga bagian ialah:

  1. Bagian masukan atau sisi tekanan rendah
  2. Ruang pemaksa cairan
  3. Bagian keluaran atau sisi tekanan tinggi

Pada sebuah pompa dorongan positip, cairan diisap pada sisi masukan, digiring melalui ruang pemaksa aliran, serta ditekan pada sisi keluaran. Pada pompa tipe ini ruang tekanan rendah dan tekanan tinggi disekat rapat dan pada tiap gerakan pompa akan terdorong cairan sejumlah tertentu.

Pompa hidrolika dapat digolongkan menjadi 3 macam, yaitu: pompa gerigi, pompa kipas, dan pompa torak. Ketiga macam pompa tersebut dapat dipakai pada sistem hidrolika traktor

Pada pompa gerigi, putaran 2 buah rodagigi menyebabkan terjadinya proses pemompaan. Cairan memasuki pompa melalui lubang isap, terperangkap di antara gigi-gigi yang berputar dan ditekan keluar melalui lubang keluaran ke dalam sistem hidrolika. Merenggangnya gigi pada sisi isap menyebabkan terjadinya tekanan negatip pada sisi tersebut. Cairan dari tandon akan terdorong oleh tekanan atmosfir mengisi kekosongan di sisi isap tersebut. Pada sisi tekan, berpautnya gigi menyebabkan cairan terdorong keluar melalui lubang keluaran pompa. Pompa gerigi masih dibedakan menjadi pompa gerigi luar, gerigi dalam dan pompa orbit atau gerotor. Pompa gerigi ini banyak paling banyak digunakan pada sistem hidrolika traktor

Proses pengisapan pada pompa kipas berlangsung berdasar pembesaran ruang yang menghasilkan tekanan negatip sehingga menyebabkan cairan terisap mengisi pertambahan volume ruang. Pada sisi tekan terjadi pengecilan ruang sehingga cairan dipaksa keluar melalu lubang keluaran.

Silinder Dan Motor Hidrolika

Silinder hidrolika merupakan komponen yang hampir selalu dimiliki traktor kendara. Alat inilah yang digunakan pada mekanisme pengangkatan serta pengendalian alat-alat pertanian yang dioperasikan dengan traktor melalui penyambungan tiga titik. Silinder hidrolika adalah alat yang sederhana. Alat ini terdiri dari sebuah tabung (silinder) yang kedua ujungnya ditutup rapat. Di dalam silinder tersebut terdapat piston yang dapat bergeser bebas ke dua arah. Piston tersebut memiliki tangkai memanjang keluar menembus salah satu sisi penutup ujung silinder. Piston akan bergerak jika mendapat tekanan yang cukup besar dari cairan hidrolika yang disalurkan ke dalam silinder melalui lubang pemasukan. Gaya dorong pada gagang piston yang berasal dari tekanan cairan di dalam silinder ini bisa dimanfaatkan untuk misalnya mengangkat alat yang tergandeng pada traktor.

Motor hidrolika mengubah energi cairan menjadi putaran poros. Motor hidrolika memiliki rancangan yang serupa dengan pompa hidrolika. Cara kerja motor hidrolika adalah kebalikan dari pompa hidrolika. Kalau pada pompa, daya mekanika digunakan untuk memaksa timbulnya aliran dan tekanan pada sistem hidrolika, pada motor hidrolika, adanya tekanan dan aliran hidrolika memaksa motor untuk berputar. Macam-macam motor hidrolika juga sama dengan pompa hidrolika, bahkan beberapa model mesin hidrolika dapat berfungsi sebagai pompa sekaligus motor, tergantung pada posisinya. Sebagaimana pompa, motor hidrolika juga umumnya dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu motor gerigi, motor kipas dan motor torak.

Katup Pengatur Hidrolika

Katup pada sistem hidrolika mempunyai fungsi mengontrol tekanan, arah atau volume cairan. Sesuai dengan ketiga fungsi tersebut, terdapat tiga jenis katup, yaitu katup kendali tekanan, katup pengarah serta katup pengatur besar aliran.

a. Katup pengatur arah aliran

Katup pengarah berfungsi melewatkan, menghentikan dan mengarahkan cairan ke bagian-bagian dalam sistem hidrolika yang membutuhkan aliran cairan hidrolika (misalnya silinder atau motor). Ada dua jenis katup pengarah aliran. Pertama ialah katup “pintu”, yang berfungsi menutup dan membuka saluran tertentu sesuai kebutuhan. Kedua ialah katup penghalang aliran balik yang bertugas menghalangi terjadinya aliran balik, sehingga menghasilkan aliran satu arah pada bagian yang diberi katup tersebut. Contoh katup pintu ialah katup yang terbuka dan tertutup pada waktu tuas pengangkatan alat pertanian pada traktor digerakkan ke posisi mengangkat atau menurunkan. Hakekatnya pengubahan posisi tuas tersebut adalah pembukaan atau penutupan katup pengarah aliran. Katup penghalang arus balik digunakan pada silinder untuk menahan agar cairan dalam silinder tidak mengalir balik keluar pada saat diinginkan gagang silinder tertahan pada posisi tertentu, misalnya ketika menyangga sebuah beban

b. Katup pengatur tekanan

Terdapat tiga macam katup pengatur tekanan, ialah katup pembatas tekanan, pengurang tekanan, dan katup pengurut pemberian tekanan.

  1. Katup pembatas dipergunakan untuk membatasi tekanan maksimal. Fungsi katup ini ialah untuk pengaman sistem, yaitu mencegah pecah atau meledaknya sistem hidrolika oleh tekanan yang berlebihan.
  2. Katup pengurang tekanan digunakan jika terdapat motor atau silinder atau sebagian sistem yang bekerja dengan tekanan lebih rendah dari tekanan pemompaan.
  3. Katup pengurut tekanan digunakan jika terdapat sebagian alat yang karena pentingnya harus diberi prioritas sewaktu-waktu dibutuhkan fungsinya. Sebagai contoh, jika sistem kemudi dan pengoperasian alat menggunakan sumber hidrolika yang sama, maka pada saat traktor perlu dibelokkan, sistem hidrolika harus terlebih dahulu menyediakan dayanya bagi kebutuhan tersebut dengan mengalahkan kebutuhan yang lainnya.
c. Katup pengatur besar aliran

Katup pengatur besar aliran digunakan untuk mengatur jumlah aliran yang penggunaan praktisnya adalah untuk mengatur kecepatan putaran motor atau gerak silinder.

Bagan Sistem Hidrolika Pada Traktor

Pada traktor yang hanya memanfaatkan sistem hidrolika untuk menaikturunkan peralatan pertanian, biasanya tidak terdapat tandon khusus cairan hidrolika. Sistem hidrolika pada traktor tersebut memanfaatkan oli yang terdapat pada bak transmisi belakang yang terletak di bawah tempat duduk. Bak transmisi tersebut sekaligus berfungsi sebagai tandon sistem hidrolika. Pompa hidrolikanya biasanya diletakkan di samping depan di dekat dinamo. Cairan dari bak diisap ke pompa, untuk kemudian sebagian disalurkan melalui pipa ke katup pengatur, selanjutnya ke silinder pengangkat peralatan, dan selanjutnya disalurkan kembali ke bak. Sebagian cairan disalurkan ke sistem kemudi hidrolika. Sebagian traktor menggunakan dua pompa terpisah untuk keperluan kendali dan kemudi. Contoh sistem hidrolika pada sebuah traktor dapat dilihat pada gambar berikut ini.

(maaf gambar tidak disertakan. Pen.)

Pengendalian Peralatan Pertanian Secara Hidrolika

Kendali hidrolika yang digunakan pada traktor pertanian dapat digolongkan menjadi tiga sistem, yaitu manual, pengatur ketinggian, dan pengatur gaya hela otomatis.

a. Cara manual

Pada cara manual, alat pertanian dinaikkan dan diturunkan atau dipertahankan pada ketinggian tertentu dengan menggerakkan tuas penaik-turun ke depan atau ke belakang. Jika tuas digerakkan ke depan maka silinder hidrolika akan menggerakkan peralatan ke arah bawah, serta sebaliknya jika tuas digerakkan ke belakang, maka silinder akan bergerak menaikkan peralatan. Selama tuas masih pada posisi depan atau belakang, silinder akan terus bergerak sehingga mencapai posisi terjauh. Jika tuas dikembalikan ke posisi netral sebelum silinder mencapai ujung terjauhnya, maka silinder serta alat akan tertahan pada posisi tertentu (asal tidak terjadi kebocoran pada sistem penahanan cairan yang bisa mengakibatkan turunnya peralatan dari posisi semula) Untuk memperbagus kinerja sistem manual ini, biasanya silinder diperlengkapi dengan mekanisme pemutus aliran pada ujung silinder untuk menghentikan pasokan cairan ke dalam silinder ketika piston telah mencapai ujung langkahnya.

b. Sensor posisi

Sistem ini dipakai pada penggunaan alat pertanian yang membutuhkan ketinggian kerja seragam, misalnya pengolahan tanah atau pemangkasan pucuk tanaman. Pada sistem ini lebih dahulu ditentukan posisi alat yang dikehendaki dengan mengubah posisi tuas penaikturun. Berbeda dengan fungsi tuas penaikturun pada sistem manual, pada sistem sensor posisi, posisi tuas penaikturun berkorelasi positif dengan posisi ketinggian peralatan. Pada sistem ini, posisi ketinggian peralatan yang telah ditentukan terlebih dahulu tersebut akan dipertahankan oleh sistem hidrolika

c. Sensor draft

Sistem ini digunakan pada pekerjaan pengolahan tanah. Pada sistem ini, sistem hidrolika akan secara otomatis menaikkan peralatan jika draft bertambah, dan sebaliknya akan menurunkan peralatan jika draft berkurang.

Kemudi Hidrolika

Kemudi hidrolika digunakan untuk meringankan dan memudahkan pengendara membelokkan traktor. Pada sistem kemudi mekanika, pemutaran roda kemudi akan diteruskan oleh rodagigi dan batang kemudi menjadi gerak pembelokan roda ke kanan atau ke kiri. Berbeda dengan kemudi mekanika, pada pengemudian hidrolika, pemutaran roda kemudi berarti penggeseran katup hidrolika yang berakibat mengalirnya cairan bertekanan ke sisi kiri atau kanan silinder hidrolika yang akan bergeser sesuai arah tekanan cairan. Selanjutnya gerakan silinder ini membelokkan roda ke kiri atau ke kanan.

Ada dua jenis sistem kemudi hidrolika yaitu sistem hidrolika-mekanika dan sistem hidrolika penuh. Pada sistem hidrolika-mekanika, selain menggunakan daya hidrolika untuk menggerakkan roda, masih terdapat hubungan secara mekanika antara kemudi dan roda. Pada sistem hidrolika penuh tidak ada hubungan mekanika antara kedua ujung tersebut. Pembelokan roda pada sistem ini hanya mengandalkan tekanan cairan yang terdapat pada sistem hidrolika.

Pada sebagian traktor digunakan satu pompa bersama untuk kemudi hidrolika dan untuk kebutuhan daya hidrolika yang lain. Pada sebagian traktor lainnya digunakan pompa hidrolika tersendiri untuk pengemudian. Pompa yang banyak digunakan ialah pompa gerigi atau pompa kipas yang dipasang di sisi mesin, diputar melalui transmisi sabuk atau rodagigi. Baik untuk pompa tersendiri maupun pompa pakai bersama, biasanya tidak disediakan tandon minyak hidrolika secara tersendiri. Umumnya sistem hidrolika pada traktor menggunakan bak oli transmisi belakang sebagai tandon minyak hidrolika serta menggunakan oli tersebut untuk keperluan pelumasan sekaligus untuk kebutuhan kerja sistem hidrolika.

BAB XI. ERGONOMIKA TRAKTOR

  1. Ergonomika
  2. Kenyamanan dan Keselamatan Pekerja
  3. Kemudahan Penggunaan dan Beban kerja
  4. Panas, Getaran dan Kebisingan
  5. Pelindung Kecelakaan
  6. Rancangan Tempat Duduk

Pengertian ergonomika; Kenyamanan dan keselamatan pekerja; Faktor-faktor penyaman kerja; Kemudahan penggunaan; Tata letak alat kendali; Instrumen penunjuk; Beban kerja pekerja; Faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan dan keselamatan pekerja; Pengaruh radiasi panas; Faktor getaran dan cara menguranginya; Mengurangi kebisingan; Pelindung kecelakaan; Rancangan tempat duduk;

BAB XII. PENGUJIAN TRAKTOR

  1. Fungsi pengujian
  2. Parameter pengujian
  3. Cara pengujian

Pengertian uji traktor; Pengertian istilah-istilah kinerja; Fungsi dan manfaat pengujian; Parameter pengujian; Cara pengujian; Data teknis.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Arismunandar, Penggerak Mula Motor Bakar torak
  2. Arismunandar, Motor Diesel putaran tinggi
  3. Hunt, Farm Power and Machinery management
  4. Jones, Farm Power and Tractors
  5. Kepner et al, Principles of Farm Machinery
  6. Liljedahl et al, Tractors and Their Power Units
  7. Obert, Internal Combustion Engines
  8. Smith dan Wilkes, Mesin dan Peralatan Usaha Tani

Perihal Pak Tas
manusia

18 Responses to MOTOR BAKAR DAN TRAKTOR PERTANIAN

  1. madrid mengatakan:

    tq bgt… keren lengkap bgt

  2. Pak Tas mengatakan:

    Pada mulanya tulisan megenai

    motor bakar dan traktor pertanian

    ini saya tulis untuk membantu mempermudah belajar ketika mempersiapkan diri untuk mengajar mata kuliah dengan nama yang sama di Jurusan Teknik Pertanian Universitas Jember.

    Pengalaman menunjukkan bahwa cara termudah untuk megetahui penguasaan kita terhadap suatu materi ialah dengan cara menuliskannya, dan melihat apakah tulisan tersebut bisa dipahami orang (termasuk kita sendiri).

    Meskipun ketika kuliah dulu pernah mendapat bahan kuliah yang mirip-mirip dengan isi mata kuliah yang harus saya ajarkan ini, ternyata bekal itu sunguh tidak memadai jika mau dipakai untuk mengajar mahasiswa di ruang kuliahy. Diperlukan penguasaan yang lebih mendalam.

    Itulah sebabnya saya kemudian belajar, membaca, dan supaya penguasaannya memadai, saya juga menuliskan naskah ajar tersebut.

    Rencana semula, setiap mata kuliah yang saya pegang akan sambil saya buatkan bahan ajarnya. Ituah sebabnya di blog ini terdapat beberapa bahan ajar untuk beberapa mata kuliah.

    Namun ternyata berbagai “gangguan” menyebabkan semua bahan ajar tersebut tidak ada satupun yang selesai. Sebagian disebabkan masalah sederhana: saya tidak lagi mengajar sebagian mata kuliah tersebut. Dengan demikian, saya merasa “kurang perlu” untuk meneruskan mempelajari topik tersebut. Dan akibatnya: bahan ajar dimaksud tidak selesai.

    Khusus mengenai mata kuliah motor bakar dan traktor pertanian ini, sebenarnya kisi-kisi isinya sudah lengkap sampai bab terakhir, dan rencananya sekalian mau saya bikin buku.

    Tetapi berhubung sekarang kebetulan saya sedang tidak mengajar mata kuliah tersebut karena sesuatu hal, maka jadilah bahan ajar itu terhenti sebagaimana adanya sekarang ini.

    Namun dengan melihat “hits” adanya sejumlah pengunjung yang selalu membuka tulisan mengenai motor bakar dan traktor pertanian ini, yang jumlahnya relatif tetap setiap hari selalu saja ada banyak yang membukanya, saya – sementara ini – cuma bisa berharap: semoga tulisan yang belum lengkap tersebut ada manfaatnya bagi para pembaca.

    Kalau memang bermanfaat, syukurlah, setidaknya saya turut membantu menyumbang sedikit proses mencerdaskan bangsa Indonesia. Semoga bisa menjadi amal jariyah, yang bisa mendatangkan pahala ketika kita sedang tidur.

  3. Sata mengatakan:

    Tlong kirimin Gambar bagian2 motor bakar dlm yg lenkap dunk…?
    Penting bgt ni…?
    Secepatnya ya…

  4. riadna mengatakan:

    terima kasih cukup membantu.apakah ada traktor yang digerakkan dengan energi pegas saja?

  5. bambang sucipto mengatakan:

    Pak Tas…Yth

    terima kasih atas informasi yang sangat bermanfaat ini,tolong kalau bisa informasi mengenai mesin kapal.

    salam

    bs

  6. raisa mengatakan:

    terimakasih banyak atas referensinya

  7. Ping-balik: Pengertian Motor Bakar Mobil | X Power Ionizer Post

  8. Ping-balik: Proses Cara Kerja Montor Bakar Mobil | X Power Ionizer Post

  9. Ping-balik: Efisiensi Ruang Bakar Bensin | X Power Ionizer Post

  10. Ping-balik: Alat Tanam Padi Mesin Atau Motor Dan Deskripsinya | Alat Penghemat BBM

  11. Ping-balik: Komponen Dan Fungsi Motor Bakar 4 Langkah Disel | Alat Penghemat BBM

  12. Ping-balik: Fungsi Bagian-Bagian Motor 4 Tak | Alat Penghemat BBM

  13. Ping-balik: Nama Komponen Sistem Bahan Bakar Bensin Dan Fungsinya | Alat Penghemat BBM

  14. Ping-balik: Pengertian Hidrogen Pada Motor | Alat Penghemat BBM

  15. Ping-balik: Pengertian Motor Bakar Mobil | Alat Penghemat BBM

  16. Ping-balik: Cara Dan Gambar Measang Mesin Motor 4tak | Penghemat Bahan Bakar Mobil | Penghemat Motor Matic Post

  17. Ping-balik: Perbandingan Bahan Bakar Bensin Beserta Cara Kerjanya | X Power Penghemat BBM

  18. Ping-balik: Penjelasan Sistem Penyaluran Bahan Bakar Motor Panther | X Power Penghemat BBM

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: