Pengantar Kuliah Perbengkelan Pertanian

Pengantar:

Tujuan mata kuliah perbengkelan diberikan kepadad mhs TEP:

  • Pengenalan fungsi bengkel
  • Pengenalan alat-alat perbengkelan
  • Pengenalan penggunaan alat-alat perbengkelan
  • Pengenalan beberapa proses pengerjaan bahan

Pengertian bengkel

Ialah tempat (bangunan atau ruangan) untuk perawatan / pemeliharaan, perbaikan, modifikasi alt dan mesin, tempat pembuatan bagian mesin dan perakitan alsin.

Pentingnya bengkel pada suatu usaha tani.

Perkakas bengkel hampir selalu tersedia pada setiap satuan kehidupan. Bahkan di rumah tangga biasapun kebanyakan akan ditemukan peralatan bengkel minimal, yang digunakan untuk perawatan dan perbaikan barang-barang keperluan rumah tangga. Juga di kantor-kantor, banyak pekerjaan perawatan kecil yang lebih efisien jika dilakukan sendiri oleh karyawan kantor tersebut. Pekerjaan perbengkelan selalu dibutuhkan oleh setiap unit kehidupan. Hal tersebut disebabkan oleh sifat alami barang-barang perlengkapan kehidupan yang selalu membutuhkan perawatan serta mengalami kerusakan dari waktu ke waktu. Dapat dikatakan bahwa pekerjaan perbengkelan hampir selalu menyertai setiap pemilikan barang.

Pada suatu perusahaan yang banyak menggunakan mesin, adanya bengkel adalah hal yang penting. Mesin-mesin perlu dirawat secara berkala, sehingga membutuhkan perkakas perawatan. Mesin-mesin juga mengalami kerusakan dalam pemakaiannya, sehingga diperlukan perbaikan. Jika mesin tidak dirawat dengan semestinya, maka umur pemakaian akan berkurang sehingga merugikan perusahan. Jika mesin rusak, maka jadwal kegiatan akan terganggu sehingga akan merugikan perusahaan.

Pada suatu usaha tani, seberapapun ukuran usaha taninya, pastilah digunakan alsin pertanian. Untuk usaha tani yang paling sederhana misalnya, dengan alat yang dipakai adalah cangkul dan sabit, setidaknya akan diperlukan perkakas pengasah semisal batu gerinda atau kikir. Untuk usaha tani yang ukurannya lebih besar, dengan alsin yang lebih beragam dan lebih rumit, tentulah diperlukan perkakas yang lebih banyak. Jika alsin yang dimiliki perusahaan tidak terlalu banyak, biasanya lebih efisien dan ekonomis untuk menggantungkan perbaikan pada perusahaan bengkel komersial. Namun jika pemilikan alsin jumlahnya banyak, biasanya pemilikan bengkel sendiri lebih efisien dan ekonomis.

Pada usaha tani dengan skala yang lebih besar, pentingnya bengkel semakin nyata. Alsin dimiliki suatu perusahaan pertanian adalah untuk dapat digunakan dengan semestinya, sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Jika alsin mengalami kerusakan maka jadwal kerja akan terganggu, yang pada giliran selanjutnya akan merugikan secara ekonomi.

  1. Dengan tertundanya suatu jadwal pekerjaan, bisa jadi akan menyebabkan harus diubahnya jadwal seluruh rangkaian pekerjaan di perusahaan.
  2. Jika pekerjaan tersebut terkait dengan musim, adanya penundaan bisa mengakibatkan kerugian yang besar, karena pekerjaan di musim/tahun tersebut bisa tertunda sampai tahun berikutnya.

Pekerjaan Dalam Bengkel

Sesuai dengan fungsinya, di dalam bengkel dilakukan kegiatan

  1. Perawatan alsin: cek rutin, ganti oli, dan lain-lain.
  2. Perbaikan alsin
  3. Pembuatan komponen alsin untuk penggantian
  4. Pembuatan komponen dan perakitan alsin

Modal pendirian bengkel

Untuk bisa dilaksanakannya kegiatan perbengkelan diperlukan:

  1. Peralatan (perkakas) secukupnya sesuai kebutuhan setempat.
  2. Bangunan / gedung tempat dilakukan kegiatan.
  3. Persediaan suku cadang untuk suku yang biasanya sering memerlukan penggantian.
  4. Bahan-bahan untuk perawatan misalnya cadangan oli dan sebagainya.
  5. Bahan-bahan untuk pembuatan komponen.
  6. Tenaga terdidik / trampil sesuai keperluan.

Fungsi bengkel sebagai bangunan

Sebagai bangunan, bengkel berfungsi sebagai:

  1. Tempat pemeliharaan /perbaikan alsin, pembuatan komponen dan perakitan alsin
  2. Penyimpanan suku cadang
  3. Penyimpanan perkakas perbengkelan
  4. Penyimpanan bahan-bahan, logam dan sebagainya, untuk kegiatan perbengkelan
  5. Penyimpanan bahan untuk perawatan alsin.

Pekerjaan logam.

Kebanyakan komponen utama alsin adalah terbuat dari logam (terutama besi/baja), sehingga kebanyakan perkakas bengkel berupa perkakas untuk menangani logam.

Alsin perkakas

Di dalam bengkel tersedia alat-alat dan mesin-mesin perbengkelan, yang biasa juga disebut dengan perkakas.

Alat dan mesin perkakas yang tersedia di bengkel sederhana, antara lain:

  1. Perkakas untuk memutar mur, baut, sekrup, misalnya: obeng, kunci inggris, kunci pas, kunci kurung, kunci sok, kunci ring, kunci L.
  2. Perkakas untuk membantu memegang benda kerja, misalnya bermacam tang, catut, tanggam.
  3. Perkakas untuk meratakan, menghaluskan atau menggerus permukaan logam, misalnya bermacam kikir, gerinda.
  4. Perkakas untuk membuat lubang, ialah bor dengan berbagai ukuran.
  5. Perkakas untuk memotong, ialah berbagai macam gergaji dan gunting.
  6. Perkakas untuk memukul, berupa bermacam palu beserta landasannya.
  7. Perkakas untuk membuat bentuk bulat, ialah bubut.
  8. Peralatan las dan solder untuk penyambungan logam.
  9. Alat-alat bantu seperti alat ukur (meteran, penggaris, alat pengukur kerenggangan [filler gauge], alat penera jarak ulir, jangka sorong, dsb), jangka, penggores dan penakik permukaan logam (drip), busur derajat, penyiku.

Untuk bengkel yang lebih lengkap, misalnya yang digunakan untuk perbaikan alat yang lebih rumit atau untuk produksi, tersedia mesin perkakas misalnya:

  1. Mesin penekuk / melipat lembaran logam.
  2. Mesin pembuat alur pada permukaan logam
  3. Mesin pembuat roda gigi.
  4. Peralatan cor logam
  5. Peralatan tempa.
  6. Kompresor udara.
  7. Mesin pres lembaran logam.

Pekerjaan Yang Dilakukan Di Bengkel.

Ditinjau dari macam pekerjan yang dilakukan, dapat disebut antara lain:

  1. Memotong
  2. Membuat lubang dan alur
  3. Membuat bentuk.
    • Meratakan permukaan
    • Menekuk/melipat
    • Membentuk silinder dengan profil tertentu
    • Melengkungkan
    • Mencetak bentuk dasar misal cor dan tempa.
  4. Menyambung logam

Pemotongan Logam

Logam perlu dipotong untuk membuat komponen mesin. Ada tiga cara pemotongan logam, ialah menggunakan:

  1. Gunting, menggunakan prinsip geseran (shear).
  2. Gergaji dan gerinda potong, menggunakan prinsip gerusan/kikis.
  3. Las, menggunakan prinsip pelelehan dan pembakaran dengan pemanasan.

Masing-masing cara tersebut memakai prinsip pemotongan yang berbeda. Pemotongan dengan gergaji menggunakan prinsip penggerusan permukaan. Benda kerja digerus pada bagian yang akan dipotong, menggunakan prinsip abrasif (penggerusan permukaan). Pemotongan dengan gunting menggunakan prinsip geseran karena tekanan paksa (shear). Cara ini hanya bisa dilakukan untuk logam yang relatif tipis. Sedangkan pemotongan dengan las menggunakan prinsip pelelehan dan pembakaran bagian yang akan dipotong, sehingga benda kerja terpisah menjadi dua.

Gergaji dan gerinda potong

Prinsip kerja gergaji / gerinda potong ialah pemotongan dengan pengikisan permukaan. Gergaji / gerinda potong digunakan untuk benda kerja yang ukurannya lebih besar dari yang bisa dipotong dengan gunting. Gergaji terbuat dari baja dengan campuran khusus sehingga cukup keras dan bisa memotong logam lainnya. Ada 2 macam gergaji ditinjau dari penggerakkannya, yaitu gergaji tangan dan gergaji mesin. Gergaji mesin sama dengan gergaji tangan kecuali bahwa gergaji ini menggunakan penggerak motor listrik atau lainnya.

Karakteristik penggunaan gergaji ialah:

  • Keuntungan: hasil bagus, halus, tidak merusak bahan, bisa untuk benda pejal besar, alat awet.
  • Kekurangan: lambat, melelahkan (khusus gergaji tangan).

Gerinda potong dibuat dari batu abrasive (sintetik) dengan tulangan anyaman kawat, biasanya digunakan untuk memotong bahan yang tidak terlalu besar.

Gunting

Gunting digunakan untuk memotong logam tipis, dan hanya untuk baja lunak misal pelat sampai tebal 5 mm, batang besi sampai diameter 10 mm.

Macam gunting:
  • Gunting tangan, untuk lembaran yang sangat tipis 0.5 mm.
  • Gunting lantai untuk pelat sampai 5 mm dan batang sampai 10 mm
  • Tang potong untuk kawat sampai 3 mm.

Pembuatan Lubang

Pekerjaan membuat lubang untuk sambungan demikian seringnya dilakukan karena populernya penggunaan mur baut pada berbagai sambungan. Pembuatan lubang dapat dilakukan dengan beberapa cara:

  1. Menggunakan bor
  2. Dengan las
  3. Dengan penitik / drip.

Bor adalah alat yang hampir selalu dibutuhkan pada bengkel, sekalipun bengkel sederhana, karena sering sekali dijumpai keperluan untuk membuat lubang pada pembuatan komponen alsin, pembuatan kontruksi logam, maupun pada pengerjaan perbaikan alsin. Bor digunakan untuk pekerjaan antara lain:

  1. Membuat lubang untuk penyambungan bagian mesin, baik untuk mur-baut maupun untuk keling/rivet.
  2. Membuang sisa baut yang tertinggal di dalam lubangnya jika terjadi kepala baut patah.

Las digunakan untuk melubangi jika diinginkan pelubangan secara cepat sedangkan hasilnya tidak perlu rapi. Sedangkan penitik hanya digunakan untuk membuat lubang pada lembaran yang sangat tipis, misalnya untuk melubangi seng.

Penyambungan logam

Penyambungan ialah menyatukan, atau menyambungkan dua bagian komponen, sehingga menjadi satu kesatuan. Ada beberapa cara penyambungan logam, yang dapat dikelompokkan dalam permanen, semi permanen, dan non permanen

Sambungan digolongkan sebagai permanen, jika sambungannya tidak bisa dilepas kembali kecuali dengan merusakkan. Cara penyambungannya ialah dengan las.

Sambungan dinamakan semi permanen, jika sambungannya sulit dilepas kembali. Cara melepaskan biasanya dengan merusakkan penyambungnya, namun bagian yang disambung tidak rusak. Ada beberapa cara penyambungan yang tergolong semi permanen:

  • Keling
  • Lem, dipakai untuk menempel plat yang tipis.
  • Pemuaian

Sambungan non permanen ialah sambungan yang bisa dilepas kembali tanpa merusakkan: Cara yang dipakai ialah dengan mur-baut dan klem.

Las

Penyambungan dengan las dipakai jika ingin diperoleh sambungan yang permanen. Cara penyambungannya yaitu dengan melelehkan logam dan menyambungnya menjadi satu. Oleh karena kedua bagian telah menyatu, pelepasan sambungan hanya bisa dilakukan dengan memotong sambungan tersebut (bisa dilakukan dengan berbagai cara pemotongan).

Keling

Cara keling, ialah penyambungan menggunakan bahan penyambung yang ujungnya dibuat besar dengan pukulan atau tekanan. Tersedia berbagai ukuran keling, disesuaikan dengan kebutuhan. Seperti pada penggunaan mur-baut, pertama dibuat lubang di kedua bagian yang akan disambung. Perbedaannya ialah komponen penyambungnya. Jika mur dan baut masing-masing memiliki kepala yang ukurannya lebih besar dari lubang sambungan, maka pada keling, salah satu ujung dibuat berkepala, sedang ujung lain dibesarkan pada saat penyambungan, dengan cara pemukulan atau penekanan. Keling kecil yang menyambungnya menggunakan alat khusus (tang), disebut rivet.

Kelebihan keling ialah praktis dan cepat, biasanya ada alat khusus untuk pemasangannya. Sedang kekurangannya ialah sambungan tidak dapat dilepas, kecuali dengan merusakkan kelingnya. Biasanya keling dipakai untuk penyambungan bagian yang tidak perlu dilepas-lepas.

Penyambungan dengan pemuaian

Penyambungan ini dengan memanfaatkan pemuaian logam, untuk memperoleh sambungan yang kedudukannya mantap jika bagian yang disambung dapat salah satu berada di dalam yang lain. Dipakai cara pemanasan. Bagian yang di sebelah luar dipanasi, sehingga memuai, kemudian bagian yang di dalam ditempatkan pada kedudukan tepatnya, setelah mendingin, akan didapat sambungan yang kokoh dan kuat. Cara ini dipakai misalnya pada pemasangan bagian tepi roda kereta api.

Lem

Digunakan untuk melekatkan lembaran yang tipis. Biasanya bagian yang ditempel adalah bagian yang ringan dan tidak menyangga beban berat. Contoh penempelan plat nama, dan sebagainya.

Klem

Dipakai untuk penyambungan yang memerlukan kerapatan, misal saluran gas atau cairan. Juga dipakai untuk menyambung bagian yang sering perlu dibongkar pasang. Ada 2 macam klem, ialah dengan pengerat pegas dan ulir.

Mur-baut

Sambungan dengan mur-baut dipakai untuk bagian yang kadangkala perlu dilepas untuk berbagai sebab namun melepasnya tidak terlalu sering. Tersedia beragam ukuran mur-baut, mulai yang sangat kecil sampai yang sangat besar. Sebagaimana tersirat pada namanya, sepasang mur-baut terdiri dari 2 bagian ialah mur dan baut. Baut ialah pasangan sebelah dalam yang berulir di permukaan luarnya, sedang mur ialah pasangan luarnya, memiliki ulir dalam pada lubangnya. Namun bisa juga sambungan mur baut terdiri dari 2 bagian mesin yang diberi ulir luar dan ulir dalam sehingga berfungsi selayaknya mur dan baut. Bisa juga bagian yang disambung berulir luar dipasangkan dengan mur, atau berulir dalam dan dipasangkan dengan baut

Membuat Bentuk Permukaan

Mesin bubut
Di antara mesin pembentuk bahan logam yang paling banyak dipakai ialah mesin bubut. Mesin ini bekerja menurut prinsip putaran, sehingga menghasilkan bentuk yang konsentrik (memiliki sumbu segaris). Semua bentuk yang berdasar pada sumbu segaris dapat dikerjakan dengan mesin bubut. Contohnya ialah:

  1. Bentuk bulat panjang untuk pembuatan poros.
  2. Bentuk bulat pendek untuk pembuatan piringan, puli, dsb.
  3. Membuat lubang dan alur konsentrik pada poros, puli, dsb.
  4. Bentuk bulat dengan sumbu segaris, namun memiliki berbagi ukuran diameter. Dengan trik-trik seni tertentu, bisa diperoleh bentuk batang yang indah dengan cara ini.
  5. Ulir
  6. Bentuk mengerucut (konis).
  7. Bentuk bulat dengan permukaan berpola tertentu, misalnya untuk pembuatan pegangan kunci sok.
  8. Kombinasi dari beberapa bentuk di atas.

Perihal Pak Tas
manusia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: